Kadisdik Sumenep Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

PERIHAL.ID, SUMENEP – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, mengajak para ayah untuk mengantar putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 26 Tahun 2026.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pertemuan wali murid siswa baru di SMP Negeri 1 Sumenep, Sabtu (11/7/2026). Menurut Iksan, keterlibatan ayah dalam momen awal anak memasuki lingkungan sekolah memiliki makna penting dalam membangun kedekatan emosional sekaligus memberikan motivasi bagi anak.

“Hari pertama sekolah kami berharap ayah hadir untuk anak. Bapak yang bertugas mengantar putra-putrinya ke sekolah, sementara ibu cukup mendampingi dari rumah. Ini bagian dari Gerakan Ayah Mendampingi Anak di Hari Pertama Sekolah dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-33,” ujarnya.

Ia mengatakan, peran ayah tidak hanya sebatas mengantar anak ke sekolah. Kehadiran ayah dalam keseharian juga menjadi teladan penting dalam pembentukan karakter dan tumbuh kembang anak.

“Bapak hadir untuk anak, menjadi teladan dengan mengajak anak dalam aktivitas sehari-hari, termasuk menjalankan hobi bersama. Kehadiran ayah sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak,” katanya.

Selain mengajak orang tua terlibat aktif dalam pendidikan, Disdik Sumenep juga menerapkan penggunaan bahasa Madura selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kebijakan tersebut merupakan implementasi Peraturan Bupati Sumenep Nomor 55 Tahun 2025 tentang pelestarian bahasa daerah.

Iksan menjelaskan, seluruh peserta didik, guru, hingga narasumber didorong menggunakan bahasa Madura selama kegiatan MPLS sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu.

“Materi pilihan saat MPLS adalah menggunakan bahasa Madura dalam percakapan hari itu. Termasuk narasumber menggunakan bahasa Madura sesuai Perbup Nomor 55 Tahun 2025 agar bahasa Madura sebagai bahasa ibu tidak ditinggalkan anak-anak di mana pun mereka berada. Mari bersama-sama menggaungkan kecintaan terhadap budaya Madura,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Iksan juga mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak membawa sepeda motor sendiri ke sekolah. Pengawasan tetap diperlukan, termasuk bagi siswa yang menggunakan sepeda maupun sepeda listrik.

Ia juga menegaskan komitmen Dinas Pendidikan dalam menciptakan sekolah ramah anak yang bebas dari segala bentuk perundungan.

“Tidak boleh ada bullying di sekolah. Jika terjadi, segera koordinasikan dengan pihak sekolah agar dapat segera ditangani,” katanya.

Di akhir sambutannya, pihaknya mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik baru yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 1 Sumenep. Ia berharap sinergi antara sekolah dan orang tua terus terjalin untuk mendukung keberhasilan pendidikan.

“Kami memohon dukungan seluruh orang tua untuk terus berkolaborasi, berkoordinasi, dan bersinergi dalam mendukung seluruh program sekolah. Sekali lagi, selamat kepada putra-putri Bapak dan Ibu yang telah bergabung menjadi keluarga besar SMPN 1 Sumenep,” pungkasnya.(*)

Komentar