PERIHAL.ID, SUMENEP – SMP Negeri 1 Sumenep mengajak para ayah mengantar putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah sebagai bentuk dukungan terhadap Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 26 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.
Ajakan tersebut disampaikan dalam pertemuan wali murid siswa baru menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, Kepala SMPN 1 Sumenep Syaiful Rahman Dasuki, Dewan Pendidikan, dan Komite Sekolah di Gedung Ki Hajar Dewantara, Sabtu (11/7/2026).
Kepala SMPN 1 Sumenep, Syaiful Rahman Dasuki, memastikan pihaknya siap mengimplementasikan Surat Edaran Bupati tersebut sejak hari pertama tahun ajaran baru.
“Hari Senin nanti kami mengajak seluruh ayah mengantar putra-putrinya ke sekolah. Kami berharap momen ini menjadi awal terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang baik antara sekolah dengan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak,” katanya.
Syaiful menegaskan, keterlibatan orang tua merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Karena itu, SMPN 1 Sumenep secara rutin menggelar pertemuan dengan wali murid pada awal tahun pelajaran sebagai sarana menyampaikan program sekolah sekaligus membangun kemitraan.
“Kami ingin menjalin hubungan yang baik dengan seluruh orang tua. Ketika komunikasi sudah terbangun sejak awal, proses mendampingi putra-putri Bapak dan Ibu selama tiga tahun ke depan akan lebih mudah sehingga seluruh program sekolah dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua, Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal tumbuhnya keterlibatan keluarga dalam mendukung pendidikan dan pembentukan karakter anak.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan mengatakan gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dalam pendidikan sekaligus memperingati Hari Keluarga Nasional ke-33.
“Hari pertama sekolah kami berharap ayah hadir untuk anak. Bapak yang bertugas mengantar putra-putrinya ke sekolah, sementara ibu cukup mendampingi dari rumah. Kehadiran ayah menjadi bentuk perhatian yang akan membangun kedekatan emosional sekaligus memberikan semangat kepada anak saat memasuki lingkungan belajar yang baru,” ujarnya.
Menurut Iksan, keterlibatan ayah tidak cukup hanya pada hari pertama sekolah. Orang tua, khususnya ayah, diharapkan hadir dalam keseharian anak, menjadi teladan, sekaligus mendampingi proses tumbuh kembang mereka.
Selain mensosialisasikan gerakan tersebut, Disdik Sumenep juga mengingatkan sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak, bebas dari perundungan, serta meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik, termasuk mengimbau agar siswa tidak membawa sepeda motor sendiri ke sekolah.(*)








Komentar