PERIHAL.ID, SUMENEP – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kabupaten Sumenep tidak hanya menjadi momentum refleksi pers, tetapi juga penegasan peran lintas sektor dalam mendorong pembangunan daerah.
Hal itu ditandai dengan penganugerahan Penghargaan Sahabat Pers oleh PWI Sumenep kepada sejumlah instansi pemerintah, dunia usaha, sektor pendidikan, perbankan, dan kesehatan yang dinilai berkontribusi nyata terhadap keterbukaan informasi dan pelayanan publik.
Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan ekosistem komunikasi yang sehat, di mana pers berperan sebagai penghubung antara kebijakan, pelaku pembangunan, dan masyarakat.
“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi kami kepada para mitra yang selama ini membersamai pers, membuka ruang komunikasi, serta menunjukkan kepedulian nyata terhadap kemajuan daerah,” ujar Warid.
Menurutnya, pers tidak dapat berdiri sendiri dalam mengawal demokrasi dan pembangunan. Sinergi dengan berbagai sektor menjadi kunci agar informasi publik tersampaikan secara akurat, bertanggung jawab, dan berdampak.
Dalam puncak HPN 2026 tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Peduli Pers, atas keterbukaan komunikasi dan dukungan terhadap transparansi informasi publik.
Sementara itu, Kangean Energy Indonesia (KEI) dianugerahi penghargaan sebagai KKKS Peduli Lingkungan dan Keterbukaan Informasi, berkat komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui pembinaan kelompok masyarakat konservasi terumbu karang dan mangrove.
“Kami rasa, inisiatif ini menunjukkan bahwa keberadaan industri migas dapat berjalan selaras dengan kepedulian ekologis dan keterbukaan informasi kepada publik,” katanya.
Di bidang komunikasi publik dan budaya, HCML menerima penghargaan sebagai Mitra Komunikasi Pers, karena dinilai aktif membuka ruang ekspresi bagi pemuda dan insan pers dalam mempromosikan potensi alam, budaya, dan ekonomi pesisir.
Sektor ekonomi turut mendapat perhatian melalui apresiasi kepada BPRS, yang dinilai konsisten mendorong literasi perbankan dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.
Sementara di bidang pelayanan publik, RSUD dr. Moh. Anwar (RSUDMA) dianugerahi penghargaan atas Inovasi dan Digitalisasi Layanan, yang dinilai mempercepat pelayanan serta meningkatkan transparansi tata kelola kesehatan.
“Karena ini tidak hanya berdampak pada kualitas pelayanan publik, tetapi juga memperlihatkan komitmen terhadap modernisasi tata kelola,” tuturnya.
Adapun Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura menerima penghargaan sebagai Promotor Kampus Modern di Sumenep, atas kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia dan gagasan inovatif dari Madura.
Warid berharap, momentum HPN 2026 ini dapat memperkuat kesadaran bersama bahwa pers, pemerintah, dan seluruh elemen strategis harus berjalan seiring.
“Pers yang kuat lahir dari ekosistem yang sehat, dan itu hanya bisa terwujud jika kita berjalan bersama,” pungkasnya. (*)








Komentar