RSUD Sumenep Dipilih Kemenkes Jalankan Program Nasional KJSU, Layanan Jantung hingga Kanker Siap Diperkuat

PERIHAL.ID, SUMENEP – RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep kembali mencatat capaian penting di sektor pelayanan kesehatan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu resmi ditetapkan sebagai penerima Program Prioritas Nasional Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU) Tahun 2026 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memperkuat layanan kesehatan rujukan di daerah, khususnya untuk penanganan empat penyakit dengan angka kematian tertinggi di Indonesia. Program ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027.

Dengan masuknya RSUDMA dalam program nasional tersebut, masyarakat Sumenep diharapkan memperoleh layanan penanganan penyakit kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi yang lebih lengkap tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, mengatakan penunjukan dari Kementerian Kesehatan menjadi kepercayaan sekaligus tantangan bagi rumah sakit untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Program ini menjadi momentum bagi RSUD dr. H. Moh. Anwar untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan penyakit prioritas nasional,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Program KJSU merupakan salah satu prioritas nasional di bidang kesehatan yang difokuskan pada penguatan layanan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi. Melalui program tersebut, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit daerah agar mampu menangani lebih banyak kasus penyakit prioritas secara mandiri.

Selain penguatan sumber daya manusia, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan fasilitas pelayanan dan kesiapan rumah sakit dalam memberikan layanan yang lebih cepat, komprehensif, dan berkualitas.

Bagi RSUD dr. H. Moh. Anwar, keikutsertaan dalam Program KJSU menjadi langkah strategis untuk memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Madura, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan spesialistik yang selama ini masih terbatas.(*)

Komentar