SD Luqman Hakim Borong Gelar di SMAN1KA Futsal Championship 2026, Catat Quattrick Juara

PERIHAL.ID, SUMENEP – Tim futsal SD Luqman Hakim mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang SMAN1KA Futsal Championship 2026. Tak hanya meraih gelar juara pertama, tim ini juga mencatatkan empat kemenangan beruntun dalam berbagai turnamen futsal sepanjang satu semester tahun ini.

Kejuaraan futsal antarsekolah tingkat SD/MI se-Kabupaten Sumenep tersebut berlangsung pada 20–29 Oktober 2026 di Lapangan Futsal SMAN 1 Kalianget. Sebanyak 30 tim dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Kemenangan di ajang Piala FKFC SMAN1KA 2026 menjadi gelar keempat bagi tim futsal SD Luqman Hakim. Sebelumnya, mereka berhasil meraih juara pertama di ajang CFC SMADA, UNIBA, dan Bola Mini.

Kepala SD Luqman Hakim, Ramli mengaku bersyukur atas konsistensi prestasi yang ditorehkan para pemain. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari disiplin, kerja keras, doa, serta semangat pantang menyerah yang terus dibangun oleh tim.

Ia berpesan agar capaian empat gelar beruntun atau quattrick tidak membuat para pemain cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk semakin giat berlatih, tetap rendah hati, dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada merebutnya. Teruslah junjung tinggi sportivitas, jadikan setiap lapangan sebagai tempat menebar akhlak mulia, dan teruslah berprestasi,” pesannya.

Tak hanya membawa pulang gelar juara tim, tiga pemain SD Luqman Hakim juga berhasil meraih penghargaan individu. Iqbal Bustanul Ulum dinobatkan sebagai Best Kiper, Suropati El Pafa Putra meraih gelar Best Player, sedangkan Fahriy Zhafran Khairy menjadi Top Score.

Bagi Suropati dan Zhafran, penghargaan tersebut bukan kali pertama diraih. Keduanya sebelumnya juga pernah mendapatkan predikat Best Player dan Top Score dalam turnamen futsal SMADA dan Djaguar di UNIBA. Dengan capaian di SMAN1KA, penghargaan itu menjadi yang ketiga kalinya mereka raih.

Kebanggaan atas prestasi tersebut juga disampaikan Faika, orang tua Suropati. Ia mengapresiasi kerja keras putranya sekaligus mengingatkan bahwa keberhasilan seorang atlet muda tidak hanya diukur dari jumlah gol atau piala yang diperoleh.

“Bunda melihat bukan hanya gol yang kamu cetak, tapi juga bagaimana kamu belajar percaya pada teman, menghormati lawan, dan mendengarkan pelatih. Itulah kemenangan yang sebenarnya. Jangan cepat puas. Tetap latihan, tetap jaga salat, tetap hormat sama guru. Piala bisa berkarat, tapi karakter juaranya harus selamanya,” ungkapnya.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi sekolah dan keluarga. Lebih dari sekadar deretan gelar, capaian para pemain diharapkan menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan, kedisiplinan, sportivitas, serta karakter positif, baik di lapangan maupun dalam kehidupan sehari-hari.(*)

Komentar