Tandon Air Bersih SKK Migas–KEI Jadi Solusi Warga Pagerungan Besar

PERIHAL.ID, SUMENEP – Warga Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, menyampaikan penilaian positif terhadap keberadaan tandon air bersih yang disediakan oleh SKK Migas–Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI). Fasilitas tersebut dinilai menjadi solusi vital dalam menopang kehidupan sehari-hari masyarakat kepulauan.

Di tengah keterbatasan sumber air tawar serta kondisi air sumur yang sebagian masih asin, keberadaan tandon air bersih berperan penting dalam memenuhi kebutuhan dasar warga, mulai dari air minum, memasak, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Sebelum adanya fasilitas tersebut, keterbatasan air tawar menjadi persoalan serius di sejumlah dusun. Air tanah yang cenderung asin membuat masyarakat kesulitan memperoleh air layak konsumsi. Kehadiran tandon air bersih pun memberikan dampak positif dengan memastikan ketersediaan air berkualitas, sehingga warga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada air sumur.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh salah seorang warga Dusun II, Desa Pagerungan Besar, M. Said. Ia mengungkapkan bahwa tandon air bersih telah hadir sejak puluhan tahun lalu dan terus memberikan manfaat nyata hingga saat ini. Menurutnya, air yang disediakan memiliki kualitas baik dan aman digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Air tandon itu sudah berpuluh-puluh tahun ada dan sangat bermanfaat. Airnya bersih, bisa digunakan untuk minum, memasak, dan kebutuhan lainnya,” ujar Said, Rabu (24/12/2025).

Ia menambahkan, mayoritas warga kini lebih memilih menggunakan air dari tandon dibandingkan air sumur. Selain kualitas air yang lebih bersih, distribusi yang dilakukan secara rutin juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sejak dini hari.

Bagi masyarakat kepulauan, lanjut Said, keberadaan tandon air bersih bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan bagian penting dari keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, warga berharap program penyediaan air bersih tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas dirasakan.

“Harapannya program ini bisa terus berlanjut dan kalau memungkinkan ditingkatkan, karena memang sangat membantu masyarakat,” imbuhnya.

Senada dengan pernyataan warga, Kepala Desa Pagerungan Besar, Yuliandi Abd. Rochim, menyampaikan bahwa dukungan SKK Migas–KEI terhadap desa dan masyarakat telah terjalin dengan baik sejak lama. Ia menilai perusahaan migas tersebut memiliki komitmen kuat dalam menghadirkan program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga.

“Dukungan dari SKK Migas–KEI ini sejak dulu memang sudah ada. Inisiatif seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Yuliandi.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Desa Pagerungan Besar dan pihak perusahaan dapat terus berlanjut melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut sangat dibutuhkan agar program yang menyentuh kebutuhan dasar warga dapat berjalan secara berkelanjutan.

Berdasarkan penelusuran media, penyediaan air bersih di Pagerungan Besar bersumber dari pengolahan air laut menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) yang telah diluncurkan oleh SKK Migas–KEI sejak sekitar tahun 1997. Teknologi ini memungkinkan air laut diolah menjadi air tawar layak konsumsi tanpa mengambil cadangan air tanah daratan, sehingga turut menjaga keseimbangan lingkungan.

Hingga kini, SKK Migas–KEI telah menyediakan sejumlah tandon air bersih yang tersebar di wilayah Pagerungan Besar. Dari fasilitas tersebut, air didistribusikan setiap hari dengan total pasokan mencapai sekitar 40 ribu liter, yang mampu memenuhi kebutuhan ribuan warga.

Penyaluran air dilakukan secara rutin mulai pukul 03.00 WIB, sehingga masyarakat dapat mengakses air bersih sejak pagi hari untuk menunjang aktivitas harian mereka. Meski teknologi Reverse Osmosis membutuhkan pasokan listrik besar serta biaya instalasi dan perawatan yang tidak sedikit, SKK Migas–KEI menilai upaya tersebut sepadan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Terlebih, di wilayah kepulauan yang masih menghadapi persoalan air asin, keberadaan fasilitas ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan, kenyamanan, dan kesejahteraan warga.

Komentar