PERIHAL.ID, SURABAYA – Fakta mengejutkan terungkap dari temuan mencurigakan di pesisir Giligenting, Kabupaten Sumenep. Hasil uji laboratoris memastikan bahwa sebagian besar paket yang ditemukan merupakan narkotika jenis kokain.
Polda Jawa Timur mengonfirmasi, dari total 23 bungkusan yang diamankan, sebanyak 22 paket dinyatakan positif mengandung kokain. Sementara satu paket lainnya hanya berupa plastik kosong.
Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Nanang Avianto, mengatakan seluruh barang bukti telah melalui pemeriksaan di Laboratorium Forensik untuk memastikan kandungan zat sekaligus memperkuat pembuktian hukum.
“Barang bukti telah dikirim ke laboratorium forensik. Hasilnya, mayoritas paket positif mengandung kokain,” ungkapnya, Kamis (16/4/2026).
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar penemuan biasa, melainkan bagian dari peredaran narkotika dalam skala besar.
Kasus ini bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya benda asing di pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan, Dusun Lombi Timur, Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting.
Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Polsek Giligenting melakukan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 16.15 WIB dan menemukan 23 paket plastik bertuliskan “BUGATTI”.
Sebanyak sembilan paket ditemukan dalam tas terpal abu-abu, sementara 14 lainnya tercecer di area pantai. Kondisi ini memunculkan dugaan barang tersebut sengaja dibuang atau terlepas saat proses distribusi.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan dan diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Sumenep untuk penyelidikan lebih lanjut.
Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul barang serta jaringan yang terlibat. Belum ada tersangka yang ditetapkan. Kapolda menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar.
“Penanganan dilakukan secara profesional dan transparan. Kami akan telusuri jaringan di balik temuan ini,” tegasnya.
Temuan 22 paket kokain ini menjadi sinyal serius adanya potensi jalur peredaran narkotika yang memanfaatkan wilayah pesisir. Aparat kini terus memburu jejak distribusi sebelum rantai peredaran semakin meluas.(*)








Komentar