PERIHAL.ID, SUMENEP – Harapan masyarakat Sumenep untuk mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah mulai menemukan jawaban. Tahun 2026, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep menegaskan komitmennya memperkuat layanan agar pasien bisa ditangani langsung di daerah sendiri.
Selama ini, rujukan ke luar daerah kerap menjadi pilihan bagi pasien dengan kondisi tertentu. Namun kondisi itu perlahan ingin diubah, seiring peningkatan kapasitas layanan yang terus dilakukan rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, menjelaskan bahwa strategi pengembangan difokuskan pada optimalisasi layanan agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis tertentu.
“Fokus kami di 2026 adalah memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, dengan tetap mengedepankan keselamatan pasien,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).
Dengan status rumah sakit yang kini telah meningkat menjadi tipe B, RSUD memiliki kemampuan lebih dalam menangani kasus medis yang sebelumnya harus dirujuk. Hal ini menjadi langkah penting untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Sejumlah layanan unggulan terus diperkuat, mulai dari instalasi gawat darurat (IGD) 24 jam, ICU, hingga PICU/NICU untuk perawatan bayi dan anak. Selain itu, pengembangan layanan spesialis seperti jantung dan paru juga menjadi fokus penguatan.
Tak hanya itu, RSUD juga mulai mengandalkan sistem pelayanan berbasis teknologi. Pendaftaran dan antrean pasien kini diarahkan menggunakan sistem digital yang terintegrasi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi antre panjang hanya untuk mendapatkan layanan.
Langkah ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih cepat dan nyaman.
Di sisi lain, akses bagi peserta BPJS Kesehatan juga terus diperluas agar seluruh lapisan masyarakat bisa mendapatkan layanan tanpa kendala administrasi.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, RSUD Sumenep menargetkan diri sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Madura.
“Langkah-langkah yang kami lakukan ini semoga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah sepanjang 2026,” pungkasnya.
Reporter : Riza
Editor : Gita








Komentar