Unggul dalam Polling Penggerak Ekonomi Warga NU, Haji Udik Raih Santri Award 2026

PERIHAL.ID, SUMENEP – H. Syafwan Wahyudi, yang akrab disapa Haji Udik, meraih Santri Award 2026 kategori Penggerak Ekonomi Warga Nahdlatul Ulama (NU). Ia memperoleh dukungan terbanyak dalam polling dengan 357 suara atau 33,7 persen, mengungguli dua kandidat lainnya.

Dalam polling tersebut, Dr. H. Moh. Hasbi menempati posisi berikutnya dengan 271 suara atau 25,6 persen. Sementara H. Dauri memperoleh 188 suara atau 17,8 persen.

Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PCNU Sumenep, Abdul Hadi, menjelaskan bahwa Santri Award diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam penguatan ekonomi umat dan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, penghargaan kategori Penggerak Ekonomi Warga NU tidak hanya melihat keberhasilan seseorang dalam menjalankan usaha. Kemanfaatan usaha bagi masyarakat dan lingkungan sekitar juga menjadi pertimbangan penting.

Haji Udik dinilai memiliki kiprah dalam mendukung aktivitas ekonomi warga NU melalui kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keislaman.

Kedekatannya dengan para kiai NU sejak usia muda turut mendorong keterlibatannya dalam berbagai kegiatan organisasi. Ia juga mengambil bagian dalam mendukung aktivitas NU, salah satunya melalui perannya sebagai Pembina Lakpesdam NU.

Di luar kegiatan organisasi, Haji Udik turut berkontribusi dalam program penyediaan tempat sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepeduliannya terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dalam menjalankan usaha maupun membangun hubungan sosial, ia berpegang pada prinsip kejujuran, keikhlasan, istiqamah, dan saling menghormati. Prinsip tersebut menjadi bagian dari upayanya menjaga hubungan persaudaraan sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

Abdul Hadi berharap, penghargaan Santri Award 2026 dapat mendorong warga NU, terutama kalangan pengusaha dan generasi muda, untuk mengembangkan usaha produktif yang turut memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Ia juga berharap semakin banyak warga NU mengambil peran dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat dan pemberdayaan masyarakat, dengan tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam menjalankan usaha.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kiprah pelaku usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat sosial dan berkontribusi bagi masyarakat.(*)

Komentar