Percepat Penurunan Stunting, Puskesmas Pasongsongan Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal Lewat Pelatihan Tim PMT

PERIHAL.ID, SUMENEP – Upaya percepatan penurunan stunting di Kecamatan Pasongsongan kembali diperkuat melalui pelatihan pengolahan pangan lokal yang digelar Puskesmas Pasongsongan. Kegiatan bertajuk “Cegah Stunting Dengan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal” itu berlangsung di Balai Adat Desa Pasongsongan pada Sabtu (29/11/2025), melibatkan kader Posyandu dari 10 desa serta bidan desa sebagai pendamping.

Pelatihan tersebut, dirancang untuk meningkatkan kompetensi kader dalam menyiapkan Makanan Tambahan (PMT) bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan sehari-hari. Langkah itu, menjadi bagian dari strategi Puskesmas Pasongsongan dalam menghadapi tantangan gizi di masyarakat, khususnya balita.

Kepala Puskesmas Pasongsongan, dr. Ariyanis Rasdyahati, M.Kes, hadir langsung sebagai penanggung jawab kegiatan bersama jajaran tenaga kesehatan, di antaranya Qanita Fara Dinah, A.Md.Gz, Intan Dwi Novita Sari, A.Md.Gz, Ida Agustina Maria Ulfa, A.Md.Gz, serta Marlina Ernawati, S.Kep.Ns.

Dalam sambutannya, dr. Ariyanis menekankan bahwa penguatan kader merupakan kunci keberhasilan program penurunan stunting. Ia mendorong seluruh peserta untuk mampu berinovasi dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi menu PMT yang sehat dan mudah diterapkan di Posyandu.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting melalui sosialisasi dan demonstrasi pembuatan PMT yang variatif dengan memanfaatkan bahan lokal yang tersedia di sekitar kita,” jelasnya.

Ia kemudian berharap keterampilan yang dipelajari dapat berlanjut ke tingkat desa secara konsisten.

Pelatihan berlangsung dengan alur yang tertata, dimulai dari pembukaan oleh Kepala Puskesmas Pasongsongan, dilanjutkan dengan sesi demonstrasi pengolahan PMT berbasis pangan lokal. Para instruktur dari tim gizi mempraktikkan proses pemilihan bahan, teknik memasak yang tepat, penyajian, hingga penentuan porsi untuk balita.

Antusiasme kader terlihat jelas saat mereka diberi kesempatan mempraktikkan langsung menu yang diajarkan. Selain belajar teknik pengolahan yang mempertahankan nilai gizi, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya keragaman menu dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Puskesmas Pasongsongan berharap para kader semakin siap menjalankan peran mereka dalam mendorong pola makan sehat berbasis pangan lokal, sekaligus memperkuat langkah bersama dalam menurunkan angka stunting di wilayah Pasongsongan.

“Kami berharap para kader mampu membuat menu PMT yang bergizi seimbang dan bervariasi dengan bahan-bahan yang bisa didapatkan sehari-hari,” tutupnya.(*)

Komentar