Pemkab Sumenep Percepat Pembangunan Kepulauan Lewat Kolaborasi PPM

PERIHAL.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mematangkan arah pembangunan wilayah kepulauan dengan memperkuat kolaborasi bersama SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI) melalui sinkronisasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tahun 2026.

Langkah strategis tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program PPM Kecamatan Raas dan Sapeken yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (20-21/05/2026) di Surabaya.

Rakor itu dihadiri langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Wakil Bupati KH Imam Hasyim, jajaran SKK Migas dan KEI, Sekretaris Daerah, kepala OPD, hingga Forkopimka Raas dan Sapeken.

Pertemuan tersebut menjadi upaya menyatukan arah program pemerintah daerah dengan program perusahaan agar pembangunan di wilayah kepulauan berjalan lebih efektif dan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan bahwa pembangunan kepulauan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah mengingat wilayah tersebut memiliki tantangan geografis yang berbeda dibanding daratan.

“Kami ingin pembangunan di wilayah kepulauan berjalan lebih cepat, terarah dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu sinergi bersama SKK Migas dan KEI menjadi sangat penting,” kata Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, Kamis (21/05/2026).

Menurutnya, Program PPM harus mampu menjadi solusi nyata dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai sektor strategis.

“Program yang disusun harus menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga infrastruktur penunjang. Yang terpenting, program itu berdampak langsung bagi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menilai sinkronisasi program menjadi langkah penting agar pelaksanaan pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri maupun tumpang tindih.

“Program ini merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, SKK Migas dan KEI untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan seperti Raas dan Sapeken,” tutur KH Imam Hasyim.

Ia menegaskan, pembangunan kepulauan tidak cukup hanya fokus pada pembangunan fisik, melainkan juga harus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami ingin program yang dijalankan tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, pelatihan masyarakat, penguatan ekonomi warga hingga program beasiswa,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat desa menjadi kunci penting dalam penyusunan program agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

“Usulan dari pemerintah desa dan masyarakat menjadi dasar utama dalam penyusunan program. Dengan begitu bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan warga dan manfaatnya bisa dirasakan langsung,” tegasnya.

Selain membahas sinkronisasi program pembangunan, rakor tersebut juga menyoroti sejumlah sektor prioritas lain, mulai penguatan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pengembangan pesantren dan lembaga keagamaan, hingga percepatan layanan kelistrikan di wilayah kepulauan.

Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis pembangunan di Raas dan Sapeken akan semakin terintegrasi dan mampu mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat kepulauan secara berkelanjutan.(*)

Komentar