PERIHAL.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumenep terus mematangkan arah pembangunan daerah dengan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (30/3/2026).
Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan gagasan dan aspirasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat, guna merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Musrenbang RKPD 2027 tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi titik penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Sumenep ke depan. Berbagai usulan pembangunan yang masuk menjadi bahan utama dalam merancang program prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengungkapkan bahwa forum Musrenbang kali ini berhasil menghimpun sebanyak 771 usulan program pembangunan dari berbagai tingkatan perencanaan.
“Jumlah 771 usulan ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan daerah,” ujar Arif Firmanto saat menyampaikan laporan kegiatan.
Tingginya jumlah usulan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan daerah. Aspirasi yang masuk mencerminkan kebutuhan riil di lapangan, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Namun, di balik tingginya partisipasi tersebut, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tantangan untuk menentukan prioritas program secara selektif dan terukur.
“Di sisi lain, ini juga menjadi tantangan bagi kami untuk melakukan penyaringan secara cermat, agar program yang dipilih benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Arif menegaskan bahwa Musrenbang merupakan instrumen penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas perencanaan pembangunan, sehingga setiap aspirasi dapat dipertimbangkan secara objektif dan profesional.
“Kami berkomitmen menjadikan Musrenbang sebagai ruang perencanaan yang terbuka, sehingga setiap aspirasi dapat dipertimbangkan secara objektif dan profesional,” tegas Arif sapaan akrabnya.
Seluruh usulan yang masuk, lanjutnya, telah melalui proses berjenjang mulai dari musyawarah desa, forum konsultasi publik, Musrenbang kecamatan, hingga forum perangkat daerah. Tahapan tersebut memastikan bahwa perencanaan pembangunan disusun secara sistematis dan selaras dengan kebijakan pemerintah provinsi maupun nasional.
Dengan proses yang terintegrasi tersebut, pemerintah daerah berharap arah pembangunan Sumenep 2027 mampu mendorong transformasi yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
“Kami berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat mendorong transformasi pembangunan Sumenep ke arah yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Musrenbang RKPD 2027 diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menyusun program pembangunan yang realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi seluruh elemen daerah dalam membangun Sumenep yang lebih maju.(*)








Komentar