Bukan Sekadar Administrasi, Validasi Data Jadi Kunci Mutu Layanan RSUD Sumenep

PERIHAL.ID, SUMENEP – Di balik ramainya pelayanan pasien, cepatnya penanganan medis, hingga padatnya aktivitas tenaga kesehatan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, ada satu pekerjaan yang jarang terlihat publik namun memiliki peran sangat vital yakni memastikan setiap data pasien benar-benar akurat.

Hal inilah yang menjadi perhatian serius manajemen RSUD Sumenep melalui penguatan sistem validasi data mutu pelayanan kesehatan. Meski pelatihan validator mutu telah digelar beberapa waktu lalu, penguatan tersebut kini menjadi bagian penting dalam upaya rumah sakit membangun budaya pelayanan yang aman dan minim risiko kesalahan.

Bagi RSUD Sumenep, data bukan sekadar angka atau dokumen administrasi. Satu identitas pasien yang keliru, kesalahan pemberian obat, hingga kekeliruan rekam medis dapat berujung pada keputusan klinis yang membahayakan keselamatan pasien.

Karena itu, rumah sakit mulai memperkuat peran validator mutu unit sebagai “penjaga sunyi” yang bekerja memastikan seluruh sistem pelayanan tetap berjalan sesuai standar.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati menegaskan bahwa rumah sakit modern tidak lagi hanya dinilai dari cepatnya pelayanan, tetapi juga dari ketepatan data yang menjadi dasar setiap tindakan medis.

“Rumah sakit modern tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan layanan, tetapi harus berdiri di atas ketepatan data sebagai dasar setiap keputusan klinis,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, validasi data menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas layanan sekaligus melindungi pasien dari potensi risiko yang tidak diinginkan.

Dalam praktik pelayanan sehari-hari, proses validasi dilakukan hampir di seluruh lini rumah sakit, mulai dari pendaftaran pasien, pelayanan rawat inap, tindakan operasi, hingga sistem pemberian obat.

Tak hanya itu, alat kesehatan juga terus dipantau melalui proses kalibrasi dan pengujian rutin guna memastikan seluruh perangkat bekerja secara presisi dan aman digunakan.

RSUD Sumenep juga memberi perhatian serius terhadap validasi rekam medis dan dokumentasi pelayanan. Sebab, keakuratan data menjadi penentu dalam pengukuran indikator mutu rumah sakit, mulai dari angka infeksi rumah sakit, waktu tunggu pasien, tingkat kepuasan pasien, hingga keberhasilan tindakan operasi.

“Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan bisa meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pasien,” tegas dr. Erliyati.

Ia mengakui, tantangan dalam membangun budaya validasi data masih cukup besar, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia hingga sistem digital yang terus perlu disempurnakan. Namun pihaknya memastikan mutu pelayanan tidak boleh menjadi ruang kompromi.

“Tidak ada toleransi untuk data yang salah dan tidak ada ruang bagi prosedur yang tidak tervalidasi, karena semua berkaitan langsung dengan keselamatan pasien,” katanya.

Melalui penguatan sistem validasi tersebut, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep ingin memastikan bahwa keselamatan pasien tidak hanya menjadi slogan pelayanan, tetapi benar-benar dijaga sejak dari hal paling mendasar: kebenaran data.(*)

Komentar