Rekrutmen BLUD RSUDMA Sumenep Dikawal APH hingga Penyuluh KPK, Sistem CAT Jadi Benteng Anti Titipan

PERIHAL.ID, SUMENEP –  RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep menunjukkan keseriusannya membangun sistem rekrutmen pegawai yang bersih dan bebas intervensi. Seleksi pegawai BLUD non-ASN tahun 2026 digelar dengan pengawasan berlapis melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) yang melibatkan aparat penegak hukum (APH), penyuluh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga unsur profesional independen.

Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa proses penerimaan pegawai di rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu tidak memberi ruang bagi praktik titipan, permainan nilai, maupun intervensi pihak tertentu.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan seluruh tahapan seleksi dirancang secara terbuka dan berbasis sistem digital agar hasilnya benar-benar objektif sesuai kemampuan peserta.

“Harapan kami, dengan pelaksanaan ini semuanya dipasrahkan kepada sistem BKN Conrad sehingga tidak ada proses yang tidak transparan. Semua terbuka dan kami benar-benar mendapatkan tenaga yang kompeten,” ujarnya.

Seleksi dilaksanakan di Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura yang dinilai memiliki fasilitas memadai untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis digital secara profesional dan akuntabel.

Menurut Erliyati, pemilihan kampus tersebut juga mempertimbangkan keberhasilan pelaksanaan seleksi sebelumnya yang berlangsung tertib dan lancar.

“Dengan sarana prasarana yang memadai dan lokasi yang mudah dijangkau, kami memilih kampus UNIBA karena sangat mendukung pelaksanaan tes secara profesional,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap rekrutmen BLUD tahun ini juga meningkat tajam. Banyaknya lulusan baru dari bidang kesehatan serta kebutuhan formasi tenaga medis dan teknis membuat jumlah peserta membludak dibanding tahun sebelumnya.

Dalam seleksi kali ini, RSUDMA membuka 14 formasi jabatan dengan kebutuhan sebanyak 49 pegawai. Ujian dilaksanakan selama dua hari, 20–21 Mei 2026, dengan empat sesi tes setiap harinya dan diikuti 46 peserta per sesi.

Sistem CAT yang digunakan memungkinkan hasil ujian langsung diketahui peserta usai mengerjakan soal. Skema itu dinilai menjadi salah satu bentuk transparansi untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi.

Dengan pola rekrutmen yang ketat dan terbuka, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep berharap mampu melahirkan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, berintegritas, dan siap meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Kami laksanakan seprofesional mungkin, hasil tes langsung keluar setelah peserta mengerjakan soal,” pungkasnya.(*)

Komentar