PERIHAL.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudporapar) menyiapkan program pelatihan SDM pariwisata bersertifikat bagi 80 peserta pada tahun 2026. Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memenuhi kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.
Pelatihan akan dilaksanakan dalam empat angkatan, masing-masing diikuti 20 peserta agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif. Peserta tidak hanya mendapatkan materi di kelas, tetapi juga praktik lapangan, pelatihan perhotelan, On the Job Training (OJT) di hotel dan restoran, hingga sertifikat kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Kepala Disbudporapar Sumenep, Faruk Hanafi, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat sektor pariwisata daerah.
“Peningkatan standar layanan wisata di Sumenep jadi fokus kami. Dengan pembagian 4 angkatan, pelatihan bisa lebih maksimal dari materi teori sampai praktik lapangan. Melalui program bersertifikat ini kami menyiapkan SDM pariwisata yang siap kerja. Targetnya, seluruh peserta bisa langsung terserap di hotel, resto, dan destinasi wisata setelah lulus OJT dan mengantongi sertifikat kompetensi,” katanya, Sabtu (4/7/2026).
Selain pembelajaran teori, peserta akan memperoleh fasilitas seragam, bahan ajar, konsumsi, praktik lapangan, hingga pendampingan selama mengikuti OJT sebagai bagian dari proses pembentukan kompetensi.
Program tersebut mendapat dukungan dari Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Sami’oeddin. Menurutnya, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Sumenep.
Ia juga mendorong agar hasil evaluasi pascapelatihan dipublikasikan sehingga masyarakat dapat mengetahui sejauh mana program tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas SDM dan kemajuan sektor pariwisata.
Program pelatihan yang didanai melalui APBD 2026 itu dijadwalkan menyesuaikan kesiapan anggaran dan pelaksanaan teknis di lapangan. Pemerintah berharap lulusan pelatihan memiliki daya saing dan mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor perhotelan, restoran, maupun destinasi wisata di Sumenep.








Komentar