Sontour 2 Resmi Bergulir, Pelti Sumenep Bidik Lahirnya Petenis Muda Berprestasi

PERIHAL.ID, SUMENEP – Pengurus Kabupaten Persatuan Tennis Seluruh Indonesia (Pengkab PELTI) Sumenep resmi membuka Songennep Open Tennis Junior (SONTOUR) 2 Tahun 2026, Senin (3/8/2026). Turnamen tenis junior berskala nasional itu berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan menjadi salah satu rangkaian Kalender Event Kabupaten Sumenep.

Sebanyak 128 atlet junior dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam kejuaraan yang diakui oleh PELTI Pusat sebagai turnamen berstatus TDP (Turnamen Diakui PELTI).

Ketua Pengkab Pelti Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, mengatakan Sontour 2 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi media promosi potensi wisata, budaya, sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.

“Sontour merupakan bagian dari Kalender Event Kabupaten Sumenep. Selain untuk melahirkan atlet-atlet tenis berprestasi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempromosikan budaya, pariwisata, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kedatangan peserta beserta keluarga dari berbagai daerah,” ujarnya.

Turnamen mempertandingkan kelompok usia 8, 10, 12, 14, dan 16 tahun, baik nomor tunggal maupun ganda putra dan putri.

Rangkaian pertandingan digelar di empat venue, yakni Lapangan Tenis Sumekar, Lapangan Tenis Pemkab Sumenep, Lapangan Tenis Stadion A. Yani Panglegur, serta Lapangan Tenis Bank BRI Sumenep.

Peserta datang dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jember, Lumajang, Kediri, Pasuruan, Tuban, Gresik, Blitar, Bondowoso, Nganjuk, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, hingga tuan rumah Kabupaten Sumenep.

Tak hanya itu, turnamen juga diikuti atlet dari luar Pulau Jawa, seperti Maros (Sulawesi Selatan), Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), Banjarbaru (Kalimantan Selatan), serta Bengkulu.

Dadang berharap penyelenggaraan Sontour 2 mampu menjadi wadah pembinaan atlet sejak usia dini sekaligus meningkatkan kualitas prestasi tenis lapangan di Kabupaten Sumenep.

“Kami ingin kejuaraan ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berkembang. Pembinaan sejak usia dini menjadi kunci lahirnya petenis-petenis yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Ia juga memperkenalkan keberadaan Akademi Tenis Pelti Sumenep yang selama ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini. Menurutnya, akademi tersebut menjadi salah satu kebanggaan karena dipersiapkan sebagai tempat mencetak calon atlet tenis yang berprestasi di masa depan.

Melalui penyelenggaraan Sontour 2, Pengkab Pelti Sumenep berharap olahraga tenis lapangan semakin diminati masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Sumenep sebagai salah satu daerah yang konsisten mengembangkan olahraga prestasi serta menyelenggarakan event olahraga berskala nasional.(*)

Komentar