PERIHAL.ID, SUMENEP – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan bantuan senilai Rp 17,36 miliar untuk masyarakat Kabupaten Sumenep. Bantuan tersebut mencakup program sosial, zakat produktif, pemberdayaan masyarakat desa, hingga bantuan keuangan desa.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial di Pantai Slopeng, Rabu (14/10/2026), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemprov Jatim.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat.
“Bantuan yang disalurkan kita harapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung ikhtiar keluarga untuk semakin mandiri dan sejahtera,” kata Khofifah, Rabu.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim Restu Novi Widiani menjelaskan, dari total bantuan tersebut, alokasi melalui Dinsos Jatim mencapai Rp 6.959.800.000. Dana itu diperuntukkan bagi program PKH Plus, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Putri Jawara, serta tali asih bagi pilar sosial.
Selain itu, bantuan zakat produktif melalui BUMD diberikan kepada 100 orang dengan nilai masing-masing Rp 500.000. Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mengalokasikan bantuan sebesar Rp 603.200.000.
Adapun alokasi terbesar berupa bantuan keuangan desa yang mencapai Rp 9.750.000.000.
“Selain itu, di hari jadi kita sudah juga menyaksikan Ibu (Khofifah) membagikan ratusan suvenir, ratusan juga doorprize, kemudian ribuan sembako untuk masyarakat Sumenep,” ujar Restu.
Rangkaian bakti sosial tersebut juga mencakup pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil dan ibu menyusui, serta penanganan stunting melalui kolaborasi dengan Baznas. Sejumlah layanan lain turut dihadirkan, di antaranya LDP, Omah Terapi, dan layanan literasi melalui perpustakaan.(*)








Komentar