PERIHAL.ID, PAMEKASAN – Kabupaten Pamekasan menjadi tuan rumah Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar di Lapangan Bakorwil Pamekasan, Selasa (28/10/2026).
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat atas kontribusi tokoh asal Pamekasan, Mohammad Tabrani, dalam memperjuangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Upacara berlangsung khidmat dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertindak sebagai inspektur upacara. Resimen Mahasiswa (Menwa) Unitomo Surabaya bertugas sebagai pemimpin upacara, sedangkan pembacaan Ikrar Sumpah Pemuda dipimpin Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto.
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya memberikan dukungan positif kepada generasi muda dalam proses pencarian jati diri. Menurutnya, pendampingan tersebut diperlukan agar pemuda mampu mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan, termasuk menyongsong Indonesia Emas.
“Yang namanya pemuda sebelum usia 25, itu masih dalam rangka mencari jati diri. Kalau sudah 30, 40, 50, sudah ketahuan jati dirinya. Nah, dalam rangka pencarian jati diri itu kita harus memberikan dorongan-dorongan yang positif sehingga remaja kita, pemuda kita akan siap menghadapi era Indonesia Emas,” ujar Khofifah.
Selain menyampaikan pesan tentang peran generasi muda, Khofifah menjelaskan alasan Pamekasan dipilih sebagai lokasi peringatan tingkat provinsi. Kabupaten tersebut memiliki keterkaitan sejarah dengan Mohammad Tabrani, tokoh kelahiran Pamekasan yang dikenal berperan dalam memperjuangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Khofifah juga menyoroti kontribusi pemuda Jawa Timur dalam perjalanan gerakan persatuan nasional. Selain Tabrani, ia menyebut Sugondo Joyopuspito, tokoh asal Tuban yang menjadi ketua Kongres Pemuda II pada 1928.
Menurutnya, peran para tokoh tersebut menunjukkan kontribusi pemuda Jawa Timur dalam menyatukan generasi muda dari berbagai daerah, bahasa, dan latar belakang budaya.
“Betapa peran pemuda Jawa Timur di dalam pembentukan persatuan, kesatuan, dan upaya untuk bisa membangun kesamaan langkah antar pemuda dari berbagai daerah, berbagai bahasa, berbagai budaya, pemuda Jawa Timur punya peran yang luar biasa,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat pengenalan sejarah dan keteladanan Mohammad Tabrani kepada generasi muda. Upaya tersebut diharapkan dapat membuat sejarah perjuangan tokoh daerah lebih dikenal, khususnya oleh kalangan pelajar.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah penataan pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dengan konsep pembelajaran yang lebih dekat dengan alam.
Pemkab Pamekasan juga merencanakan pembangunan atau rehabilitasi Museum Mandilaras di Desa Artodung, Kecamatan Galis, yang selama ini dikenal berkaitan dengan peninggalan dan dokumentasi sejarah Mohammad Tabrani. Namun, menurut Kholilurrahman, rencana tersebut masih menunggu persetujuan pemerintah pusat.
Selain itu, pemerintah daerah berencana menata kawasan makam Ronggo Sukowati yang dinilai masih memerlukan pembenahan. Kholilurrahman menargetkan pekerjaan penataan kawasan tersebut dapat dilaksanakan pada 2027.
Di bidang pelestarian budaya, Pemkab Pamekasan juga tengah mempertimbangkan penerapan penggunaan bahasa Madura selama satu hari dalam sepekan di seluruh jenjang pendidikan. Rencana tersebut masih dalam tahap pertimbangan dan diharapkan dapat memperkuat penggunaan bahasa daerah tanpa mengesampingkan penghormatan terhadap keberagaman serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Pamekasan menjadi momentum untuk mengenang kontribusi tokoh daerah dalam sejarah nasional sekaligus mendorong upaya pelestarian sejarah dan budaya. Melalui pendidikan dan pengenalan keteladanan tokoh lokal, generasi muda diharapkan semakin memahami nilai persatuan serta mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah.(*)








Komentar