PERIHAL.ID, BANYUWANGI — Di tengah pesatnya pertumbuhan kedai kopi dengan berbagai konsep kekinian, Elba Kopi memilih membangun identitas melalui penguatan kualitas kopi nusantara dan kemitraan berkelanjutan bersama para petani. Langkah tersebut menjadi fondasi utama jenama lokal asal Banyuwangi ini dalam mengembangkan usahanya.
Elba Kopi resmi diperkenalkan kepada publik pada Sabtu (18/7) malam. Peresmian dilakukan langsung oleh Owner Elbakatir Group, M. Yunus, di Banyuwangi.
Penanggung jawab Elba Kopi, Eko Yulianto atau yang akrab disapa Mas Aan mengatakan, bahwa bisnis kopi seharusnya tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh rantai produksi, mulai dari petani hingga konsumen.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan kopi dengan karakter yang beragam. Namun, perhatian terhadap proses budidaya dan kesejahteraan petani masih belum sebanding dengan besarnya potensi tersebut.
“Di balik secangkir kopi ada proses panjang yang dimulai dari kebun. Kami ingin menghadirkan usaha yang tidak hanya menjual minuman, tetapi juga menghargai kerja keras petani dan menjaga kualitas kopi Indonesia,” ungkapnya.
Mas Aan menjelaskan, Elba Kopi menerapkan proses sangrai yang disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah penghasil kopi. Pendekatan tersebut dilakukan agar cita rasa asli biji kopi tetap terjaga dan setiap daerah mampu menampilkan identitas rasanya sendiri.
Menurut dia, setiap wilayah memiliki profil rasa yang berbeda, mulai dari nuansa buah, rempah-rempah hingga cokelat alami. Karakter tersebut dipertahankan agar penikmat kopi dapat mengenali kekayaan cita rasa kopi nusantara.
Selain menjaga mutu produk, Elba Kopi juga membangun kemitraan dengan petani melalui pendampingan proses pascapanen. Pendampingan meliputi edukasi mengenai pemetikan buah kopi merah, proses sortasi, hingga penanganan pascapanen agar kualitas biji kopi tetap terjaga.
Langkah tersebut dinilai semakin penting di tengah tantangan perubahan iklim yang memengaruhi konsistensi hasil panen di berbagai daerah sentra kopi.
“Kami ingin hubungan dengan petani tidak berhenti pada transaksi jual beli. Ketika mereka memperoleh harga yang layak dan merasa dihargai, mereka akan semakin termotivasi menghasilkan kopi berkualitas,” katanya.
Menghadapi persaingan industri kopi yang semakin kompetitif, Mas Aan menilai konsistensi kualitas menjadi faktor utama dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan.
Di samping itu, Elba Kopi juga terus memperkuat pemasaran digital dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai karakter kopi, asal-usul biji kopi, serta teknik penyeduhan yang tepat.
Ke depan, Elba Kopi menargetkan menjadi salah satu etalase kopi nusantara yang mampu dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus memperluas kemitraan dengan kelompok tani di berbagai daerah.
Di sisi lain, Elba Kopi juga menawarkan konsep kedai yang ramah bagi berbagai kalangan dengan harga menu yang terjangkau. Pengunjung dapat menikmati beragam pilihan makanan ringan, hidangan utama, serta minuman dengan kisaran harga mulai Rp6 ribu hingga Rp19 ribu.
Pilihan menu meliputi aneka camilan, nasi goreng, mi goreng, rice box, hingga berbagai minuman kopi seperti Kopi Tubruk Robusta, Americano, Cappuccino, Coffee Latte, Kopi Gula Aren, Hazelnut Coffee, Kalipuro Smile Coffee Cream, dan Signature Elba Kopi. Bagi pengunjung yang tidak mengonsumsi kopi, tersedia pula minuman berbasis susu, cokelat, matcha, jus buah, teh, dan air mineral.
Dengan konsep yang mengedepankan kualitas produk, pemberdayaan petani, serta harga yang terjangkau, Elba Kopi berharap dapat menjadi ruang yang tidak hanya memperkenalkan kekayaan kopi Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (*)








Komentar