27,83 Kilogram Diduga Kokain Terdampar di Giligenting, Indikasi Jalur Narkotika Lewat Pesisir Sumenep

PERIHAL.ID, SUMENEP – Penemuan 27,83 kilogram barang yang diduga kokain di pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, membuka indikasi serius adanya jalur peredaran narkotika melalui wilayah pesisir.

Barang mencurigakan tersebut ditemukan dalam kondisi tersebar di bibir pantai, sebagian tersimpan dalam tas terpal, dan lainnya tercecer—memunculkan dugaan kuat adanya upaya penyelundupan yang gagal atau sengaja dibuang untuk menghindari kejaran aparat.

Temuan ini pertama kali dilaporkan warga yang curiga dengan benda asing di sekitar pantai. Menindaklanjuti laporan itu, anggota Polsek Giligenting bergerak ke lokasi sekitar pukul 16.15 WIB.

Di tempat kejadian, petugas menemukan 23 paket plastik bertuliskan “BUGATTI” yang diduga berisi kokain. Sebanyak sembilan paket berada dalam tas terpal abu-abu, sementara 14 lainnya berserakan di area pantai.

Seluruh barang bukti langsung diamankan dan diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Sumenep untuk penyelidikan lebih lanjut.

Temuan dalam jumlah besar ini memicu kecurigaan kuat adanya jaringan narkotika yang memanfaatkan jalur laut sebagai lintasan distribusi. Aparat kini memburu asal-usul barang sekaligus menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan terorganisir.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto menegaskan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pihak di balik temuan tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan yang terlibat. Ini menjadi perhatian serius dan akan kami tangani secara maksimal,” tegasnya.

Hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan. Namun aparat memastikan pengusutan akan dilakukan hingga ke akar jaringan.

Rencananya, barang bukti akan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur guna memastikan kandungan zat sekaligus memperkuat proses hukum.

Kasus ini akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penemuan ini menjadi alarm keras bagi pengawasan wilayah pesisir di Sumenep. Jalur laut yang selama ini dikenal sebagai urat nadi ekonomi, kini diduga mulai dilirik sebagai celah peredaran narkotika skala besar.(*)

Komentar