Di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Fauzi Dorong Lompatan PAD Sumenep

PERIHAL.ID, SUMENEP – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendorong peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Ia menilai penguatan kemandirian fiskal menjadi langkah penting agar pembangunan daerah tetap berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Fauzi, kondisi fiskal saat ini menuntut pemerintah daerah tidak lagi bergantung pada pola pembiayaan lama. Daerah harus mampu memperkuat sumber pendapatan sendiri agar lebih mandiri dalam menjalankan program pembangunan.

“Situasi saat ini sudah berbeda dengan tahun sebelumnya. Efisiensi anggaran menjadi tantangan untuk kita semua. Salah satunya bagaimana Sumenep bisa mandiri dan tidak bergantung pada dana transfer daerah,” ujarnya, Kamis (26/02/2026).

Dorongan tersebut muncul di tengah capaian PAD Kabupaten Sumenep yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan yang disampaikan Wakil Bupati Imam Hasyim saat memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 5 Januari 2026 lalu, realisasi PAD tahun 2025 mencapai 109,18 persen dari target perubahan APBD sebesar Rp322,86 miliar.

Dengan capaian tersebut, realisasi pendapatan daerah diperkirakan menembus Rp352 miliar lebih. Secara year on year, pendapatan daerah juga meningkat sekitar 15,9 persen atau bertambah kurang lebih Rp48,4 miliar dibandingkan tahun 2024.

Meski demikian, Fauzi menilai tantangan fiskal ke depan tetap tidak ringan. Menurutnya, kenaikan PAD tidak cukup hanya meningkat secara bertahap, melainkan perlu menghadirkan terobosan nyata dalam pengelolaan potensi daerah.

“Bukan hanya sekadar naik, tapi justru melompat,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi terbatas bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memetakan sektor-sektor yang masih memiliki potensi peningkatan pendapatan.

Selain itu, Fauzi juga meminta Sekretaris Daerah serta pimpinan OPD lebih aktif turun ke lapangan guna memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta menyerap aspirasi warga secara langsung.

Bagi Fauzi, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh sektor kesehatan, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta berbagai sektor strategis lainnya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Melalui strategi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap penguatan PAD tidak hanya menjadi respons terhadap kebijakan efisiensi anggaran, tetapi juga menjadi fondasi jangka panjang bagi kemandirian fiskal daerah.

“Yang penting visi misi Pemkab Sumenep bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)

Komentar