PERIHAL.ID, PAMEKASAN – Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) IV Pamekasan menggelar Madura Millenium Festival 2025, di Aula setempat, Rabu (17/12/2025).
Bekerjasama dengan Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) acara ini digelar untuk mendorong kolaborasi nyata antara talenta MJC (Millenial Job Center) EJSC dengan Hipmi.
Dihadiri para talenta MJC, dinas terkait dan pelaku ekonomi kreatif kegiatan ini dikemas dengan Talkshow bersama narasumber yang berkualitas.
Pada hari pertama kegiatan talkshow membahas tentang Pelayanan Publik Millenium: Responsif Talent Hub, dengan pembahasan seputar catering yang berkualitas dilihat dari pandangan Event Organizer dan Hipmi selaku pengusaha.
Kemudian pada hari kedua talkshow bertemakan Kekuatan visual storytelling untuk mendorong UMKM go digital, dengan narasumber Naufan Noordyanto selaku Dosen Desain Kreatif dan Bisnis Digital ITS Surabaya, dan Nabbilah Amir anggota BPD Hipmi Jawa Timur yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya.
Pembahasan fokus pada kolaborasi keduanya, dimana talenta diharuskan mampu membranding diri juga harus melegalkan usahanya meskipun bergerak dibidang jasa. Sebab hal itu berguna untuk memberikan perlindungan hukum kepada pelaku usaha.
Di akhir acara Bakorwil IV Pamekasan memberikan penghargaan kepada talenta MJC EJSC yang sudah lima tahun bergabung dan telah mengembangkan kemampuan serta memberikan inspiratif kepada talenta lainnya.
Kepala Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) IV Pamekasan Dra. Sufi Agustini, M.Si dalam sambutannya mengatakan, talenta yang mendapatkan apresiasi tidak boleh berhenti kreatif tetapi harus bisa mengembangkan kemampuan untuk menghadapi tantangan.
“Saya harap para talenta untuk tetap bergabung di EJSC, dan tidak berhenti kreatif tetapi harus lebih mengembangkan kemampuan untuk mengahadapi tantangan dan tuntutan pasar agar hasil karya bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sementara talenta yang tidak mendapatkan apresiasi kata wanita yang akrab disapa Sufi ini, bukan suatu kegagalan tapi penyemangat agar talenta dapat terus mengasah kemampuannya.
Menurutnya, kunci dari berkembangnya talenta ialah dengan memperkuat networking dan kolaborasi serta mengoptimalkan potensi lokal.
“Talenta harus semakin bisa membangun jejaring, masa depan Madura ada ditangan kalian (talenta). Jika kreatifitas kalian ingin dinikmati masyarakat di Madura Raya, otimalkan potensi lokal. Kembangkan ekonomi Madura melalui kreatifitas kalian. Karena perlu keterlibatan para talenta dalam pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.(*)








Komentar