PERIHAL.ID, SURABAYA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., tampil menonjol dalam forum bergengsi Dialog Keinsinyuran yang diselenggarakan Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember di Kampus Sukolilo, Surabaya beberapa waktu lalu.
Kehadiran Arif Firmanto dalam forum nasional tersebut menegaskan kapasitasnya tidak hanya sebagai perencana pembangunan daerah, tetapi juga sebagai profesional keinsinyuran yang aktif mendorong kolaborasi strategis antara pemerintah, akademisi, dan praktisi dalam merumuskan pembangunan masa depan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Acara yang mempertemukan tokoh-tokoh penting dunia keinsinyuran nasional itu menjadi panggung strategis bagi Arif untuk memperkuat perspektif bahwa pembangunan daerah modern harus berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan profesionalisme.
Dalam keterangannya, Arif menegaskan bahwa peran insinyur sangat penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang adaptif terhadap tantangan zaman.
“Kehadiran para insinyur dari berbagai bidang memberikan perspektif yang luas dalam melihat tantangan pembangunan. Kolaborasi ini sangat penting agar kebijakan pembangunan di daerah dapat lebih inovatif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebagai pejabat daerah yang juga menyandang gelar insinyur profesional, Arif membawa pendekatan teknokratis dalam perencanaan pembangunan, terutama dalam menjawab kebutuhan pembangunan wilayah berbasis efisiensi, keberlanjutan, dan pemerataan.
Partisipasinya di forum nasional ini sekaligus menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai menempatkan keahlian profesional sebagai fondasi penting dalam penyusunan kebijakan publik.
Arif yang dikenal progresif menilai bahwa sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah daerah harus diperkuat agar pembangunan tidak hanya berjalan administratif, tetapi juga menghasilkan terobosan nyata.
Forum yang diikuti akademisi, praktisi, organisasi profesi, hingga dunia usaha tersebut juga menjadi momentum penting bagi Arif dalam memperluas jejaring pembangunan berbasis keinsinyuran.
Selain sebagai ruang diskusi strategis, kegiatan ini memperkuat posisi Arif Firmanto sebagai salah satu figur birokrat daerah yang aktif membawa perspektif profesional ke level pembangunan daerah.
Dengan keterlibatan dalam forum keinsinyuran nasional, Arif menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada birokrasi, melainkan membutuhkan integrasi ilmu, teknologi, dan inovasi sebagai landasan utama.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmennya dalam mendorong pembangunan Kabupaten Sumenep yang lebih modern, adaptif, dan mampu bersaing di tengah dinamika pembangunan nasional.(*)








Komentar