PERIHAL.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menilai pelaksanaan Kalender Event 2026 tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.
Hingga pertengahan tahun 2026, sebanyak 110 agenda kegiatan telah digelar di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep, mulai dari kawasan daratan hingga kepulauan. Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai komunitas lokal, pelaku UMKM, hingga pegiat seni dan budaya.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan keberhasilan pelaksanaan kalender event merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang selama ini mendukung setiap agenda pemerintah daerah.
“Selama ini pelaksanaan kalender event berjalan dengan lancar, baik di daratan maupun kepulauan,” ujar Fauzi, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi faktor penting yang membuat setiap kegiatan mampu menarik partisipasi publik sekaligus menciptakan perputaran ekonomi di lokasi penyelenggaraan.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut andil dan memberi dukungan untuk menyukseskan kalender event selama ini. Semoga sinergi ini semakin kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Fauzi menjelaskan, sejak awal kalender event dirancang bukan sekadar menjadi agenda hiburan atau promosi wisata, melainkan sebagai instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selalu menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan.
Tingginya antusiasme masyarakat yang menghadiri berbagai event dinilai memberi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas pasar produknya.
“Ribuan masyarakat hadir dan berpartisipasi pada setiap kalender event. Pelaku UMKM juga terlibat langsung dalam setiap kegiatan. Oleh karena itu, kami berkeyakinan berbagai kegiatan yang digelar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, kalender event juga dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk memperkenalkan destinasi wisata, kekayaan budaya, serta produk unggulan lokal kepada pengunjung dari luar daerah.
“Meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumenep membuka peluang untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan produk unggulan daerah. Kolaborasi dan sinergi ini patut kita jaga agar setiap kalender event yang dilaksanakan berdampak positif kepada masyarakat,” pungkas Fauzi.
Pemkab Sumenep berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha terus terjaga sehingga kalender event tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memperkuat ekonomi kerakyatan dan sektor pariwisata secara berkelanjutan.(*)








Komentar