PERIHAL.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tidak ingin pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berhenti sebatas terbentuknya kelembagaan. Menjelang tahap operasional, penguatan sumber daya manusia (SDM) pengelola menjadi perhatian penting agar koperasi mampu berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemkab Sumenep menilai kesiapan pengelola menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses operasionalisasi koperasi. Karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk membekali pengurus melalui pelatihan, bimbingan teknis hingga pembinaan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan penguatan kapasitas SDM dilakukan secara proaktif bersamaan dengan penyiapan berbagai kebutuhan pendukung operasional KDKMP.
“Kita Pemkab Sumenep juga proaktif, baik pada sisi SDM melalui pelatihan, bimbingan teknis, maupun pembinaan. Kita konsisten melakukan itu agar koperasi benar-benar siap beroperasi,” katanya.
Menurut Ramli, tahapan tersebut menjadi penting karena seluruh KDKMP di Kabupaten Sumenep telah terbentuk. Tercatat sebanyak 334 koperasi telah berdiri di seluruh desa dan kelurahan, sehingga perhatian pemerintah kini diarahkan pada bagaimana kelembagaan tersebut dapat segera menjalankan aktivitasnya.
“KDKMP itu secara jumlah 334 sudah terbentuk. Termasuk tindak lanjut yang lain dalam rangka operasionalisasi. Kita dalam rangka operasionalisasi, beriringan dengan apa yang dilakukan pemerintah pusat melalui Agrinas pada proses pengadaan, baik pembangunan gerai maupun sarana dan peralatan pendukungnya,” ujarnya.
Selain menyiapkan pengelola, Pemkab Sumenep juga terus mengikuti perkembangan pembangunan gerai sebagai fasilitas penunjang aktivitas KDKMP. Dari ratusan gerai yang direncanakan, sebanyak 48 gerai telah selesai dibangun dan dinyatakan tuntas 100 persen.
Sementara itu, pembangunan masih berlangsung di 201 lokasi lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses menuju operasional penuh KDKMP masih berjalan secara bertahap, dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas pengelola dilakukan secara beriringan.
“Yang sudah selesai 48 gerai. Sementara yang masih dalam proses pembangunan sebanyak 201 gerai. Yang sudah tuntas 100 persen itu 48 gerai, sehingga sudah siap,” ungkap Ramli.
Pemkab Sumenep berharap kesiapan fasilitas fisik dapat diikuti dengan kesiapan pengurus dalam mengelola koperasi. Dengan bekal pengetahuan dan kemampuan yang memadai, KDKMP diharapkan tidak hanya hadir sebagai lembaga yang terbentuk secara administratif, tetapi mampu menjalankan fungsi ekonomi di tengah masyarakat.
“Kita konsisten melakukan itu agar koperasi benar-benar siap beroperasi,” pungkasnya.(*)








Komentar