PERIHAL.ID, SUMENEP – Masyarakat yang menghadiri Madura Night Vaganza 2026 tidak hanya disuguhi berbagai hiburan. Di tengah kemeriahan acara, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep justru membawa layanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat.
Rumah sakit tipe B milik Pemerintah Kabupaten Sumenep itu membuka stan pelayanan yang menyediakan konsultasi dokter spesialis hingga pemeriksaan kesehatan secara gratis bagi pengunjung.
Kehadiran stan RSUD Sumenep pun menjadi salah satu ruang interaksi langsung antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai berbagai layanan rumah sakit sekaligus berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan mereka.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan kehadiran rumah sakit dalam kegiatan tersebut bukan sekadar untuk memperkenalkan layanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat adalah motivasi terbesar bagi kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kami ingin RSUD dr. H. Moh. Anwar menjadi rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik, cepat, dan merata bagi seluruh masyarakat Sumenep tanpa terkecuali,” katanya, Jumat (28/8/2026).
Di hadapan masyarakat, RSUD Sumenep turut memperkenalkan sejumlah layanan unggulan yang terus dikembangkan. Di antaranya digitalisasi pelayanan serta penguatan layanan spesialis, termasuk ortopedi dan urologi.
Pengembangan juga dilakukan pada layanan jantung dan paru sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas RSUD Sumenep sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Sumenep.
Tak hanya berbicara mengenai fasilitas, pihak rumah sakit juga menampilkan indikator mutu pelayanan. Langkah tersebut menjadi bentuk keterbukaan sekaligus upaya menunjukkan kepada masyarakat bahwa pembenahan rumah sakit tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi harus bermuara pada kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan pasien.
Erliyati menilai, perubahan wajah rumah sakit juga harus diikuti perubahan cara tenaga kesehatan berinteraksi dengan pasien.
“Transformasi bukan hanya soal fasilitas medis modern dan digitalisasi sistem. Yang tidak kalah penting adalah membangun komunikasi yang humanis antara tenaga kesehatan dan pasien. Kritik dan masukan masyarakat akan terus kami jadikan bahan evaluasi,” jelasnya.
Menurutnya, rumah sakit modern tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Kualitas sumber daya manusia dan kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan spesialistik juga menjadi bagian penting dari transformasi pelayanan.
Karena itu, RSUD Sumenep memastikan penguatan kompetensi tenaga kesehatan dan perluasan layanan spesialistik akan terus dilakukan.
“Kami ingin masyarakat merasakan secara nyata manfaat kehadiran rumah sakit daerah. Ke depan, kompetensi SDM akan terus kami perkuat dan akses layanan spesialistik akan terus diperluas,” pungkasnya.(*)








Komentar