PERIHAL.ID, SUMENEP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep memproyeksikan luas tanam tembakau pada musim tanam 2026 kembali meningkat setelah mengalami penurunan pada tahun sebelumnya.
Optimisme tersebut muncul seiring mulai bergeraknya aktivitas petani di sejumlah wilayah yang telah mempersiapkan musim tanam dengan melakukan penyemaian benih tembakau. Selain itu, ketersediaan lahan yang masih luas dinilai menjadi modal penting untuk mendongkrak produksi komoditas unggulan tersebut.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan kawasan pegunungan dan lahan tegal masih memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman tembakau.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa naik lagi karena potensi lahan cukup banyak, terutama di kawasan pegunungan dan wilayah tegal,” katanya, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan catatan DKPP, luas tanam tembakau di Kabupaten Sumenep pada 2024 mencapai sekitar 18 ribu hektare. Namun pada 2025 mengalami penurunan menjadi sekitar 14 ribu hektare.
Meski demikian, pemerintah daerah melihat adanya sinyal positif dari petani yang mulai bersiap memasuki musim tanam tahun ini.
“Kami mendapat laporan dari penyuluh bahwa sudah ada masyarakat yang mulai melakukan penyemaian benih tembakau,” ujar Chainur.
Menurutnya, peningkatan luas tanam tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, tetapi juga dipengaruhi kondisi cuaca yang akan menentukan kualitas hasil panen.
Karena itu, DKPP berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal sehingga pertumbuhan tanaman tembakau dapat berjalan optimal hingga masa panen.
“Harapan kami kualitas tembakau bagus, harganya juga bagus, dan cuaca tetap bersahabat sehingga tidak memengaruhi kualitas tembakau saat panen nanti,” tambahnya.
Jika kondisi cuaca mendukung dan minat petani terus meningkat, Sumenep berpeluang kembali menjadi salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Madura dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar nasional.(*)








Komentar