PERIHAL.ID – Gempa Bumi berkekuatan Magnitudo 6,5SR mengguncang Kabupaten Sumenep pada Selasa (30/9/2025) pukul 23.49 WIB. Gempa berpusat di laut sekitar 50km tenggara Sumenep dengan kordinat Lintang 7.25 LS Bujur 114.22 BT Kedalaman 11 Km.
Titik pusat gempa diketahui di perairan Pulau Sepudi, Sumenep. Sebab kerusakan bangunan dari ringan hingga rusat berat hingga korban luka berada di tempat tersebut.
Dari informasi terkini yang terdata, sebanyak 131 rumah mengalami kerusakan dan enam orang dirawat akibat gempa.
Bencana gempa bumi yang terjadi pada malam hari tepatnya saat beberapa orang terlelap, akan membuat kepanikan mendadak. Untuk itu perlu diperhatikan sebaiknya jika terjadi gempa untuk tetap tenang, jangan panik, agar bisa berpikir jernih.
Lakukan Drop, Cover, Hold On atau segera merunduk, lindungi kepala/leher dengan tangan atau bantal, lalu berlindung di bawah meja yang kokoh. Pegang erat agar tidak tergeser.
Jika di dalam ruangan sebaiknya jauhi jendela, lemari besar, atau benda yang bisa jatuh. Jangan berlari keluar saat guncangan masih terjadi.
Jika di luar ruangan hindari tiang listrik, pohon besar, bangunan tinggi, atau tebing. Cari area terbuka.
Jika sedang berkendara hentikan kendaraan di tempat aman (bukan di bawah jembatan/layang), tetap di dalam kendaraan sampai guncangan berhenti.
Jika sedang di pantai segera menjauh ke tempat yang lebih tinggi, waspada tsunami.
Lalu setelah terjadi gempa, tetap waspada dengan memperhatikan beberapa hal seperti:
Periksa diri dan orang sekitar, apakah ada yang terluka, lalu lakukan pertolongan pertama bila bisa.
Keluar bangunan dengan hati-hati, jangan gunakan lift, gunakan tangga darurat. Jika berada pada bangunan tinggi.
Waspadai gempa susulan, jangan langsung kembali ke dalam bangunan sebelum dinyatakan aman. Ada baiknya cek website resmi BMKG.
Matikan sumber bahaya seperti gas, listrik, dan air bila memungkinkan.
Gunakan informasi resmi dengan mendengarkan radio, TV, Website Online terpercaya atau sumber pemerintah untuk arahan. Jangan percaya kabar hoaks.
Siapkan evakuasi bawa tas siaga (obat, dokumen penting, makanan ringan, air minum). Jika mengharuskan untuk mengungsi akibat gempa.
Tetap bersama keluarga jangan terpisah agar mudah saling membantu.
Waspada bahaya lanjutan seperti kebakaran, longsor, bangunan runtuh, atau tsunami.
Tetap jaga diri dan keluarga karena secara ilmu kebencanaan, termasuk menurut BMKG, gempa tidak bisa diprediksi secara pasti kapan, di mana, dan seberapa besar akan terjadi. Berikut penjelasannya:
- Tentang prediksi gempa utama
Hingga saat ini, belum ada teknologi di dunia yang bisa memprediksi gempa secara akurat (jam, tanggal, lokasi).
Gempa bumi terjadi karena pelepasan energi di dalam lempeng bumi yang prosesnya sangat kompleks dan sulit dipantau secara langsung.
- Tentang gempa susulan (aftershock)
BMKG tidak bisa memprediksi tepat kapan gempa susulan terjadi, berapa kekuatannya, dan di titik mana.
Yang bisa diperkirakan:
Gempa susulan umumnya memiliki magnitudo lebih kecil daripada gempa utama.
Susulan bisa terjadi dalam hitungan jam, hari, bahkan minggu setelah gempa besar.
Intensitas dan jumlahnya berbeda-beda di setiap wilayah.
Lalu apa yang BMKG bisa lakukan?
- Mendeteksi cepat gempa yang sudah terjadi melalui jaringan sensor seismik, lalu menyebarkan informasi resminya (magnitudo, lokasi, kedalaman, potensi tsunami).
- Memantau pola gempa pasca gempa besar, sehingga masyarakat diberi peringatan untuk tetap waspada akan gempa susulan.
- Memberikan edukasi mitigasi agar masyarakat tahu langkah penyelamatan yang tepat.
Jadi, BMKG tidak bisa memprediksi gempa atau susulan secara pasti, tapi bisa memantau dan memberikan informasi cepat setelah gempa terjadi serta peringatan dini tsunami bila diperlukan.(*)








Komentar