PERIHAL.ID, SUMENEP – Upaya pemulihan pascagempa magnitudo 6,5 di Pulau Sapudi terus digencarkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan, pengiriman bantuan lanjutan bagi warga terdampak segera dikirim dalam waktu dekat.
Langkah ini merupakan tindak lanjut hasil asesmen lapangan yang dilakukan tim gabungan sejak beberapa hari terakhir. Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Ahmad Laily, mengatakan bahwa bantuan tahap kedua akan dikirim melalui jalur laut dan berisi kebutuhan pokok warga.
“Pendistribusian tetap berlangsung. InsyaAllah bantuan tahap berikutnya — kapal ini kalau tidak salah jadwalnya hari Rabu — jadi akan dikirimkan kemungkinan hari Rabu,” ujarnya, Sabtu (4/10/2025).
Bantuan tersebut meliputi logistik, peralatan darurat, serta perlengkapan tempat tinggal sementara bagi warga terdampak. Laily menegaskan, medan yang sulit dan akses transportasi yang terbatas tidak menyurutkan semangat petugas di lapangan. Hingga Sabtu siang, tim masih bergerak menyalurkan bantuan tahap awal dari Kecamatan Talango, dilanjutkan ke Gayam dan Nonggunong di Pulau Sapudi.
Menurutnya, seluruh bantuan yang diterima warga merupakan hasil kolaborasi lintas instansi, mulai dari Pemkab Sumenep, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hingga Kementerian Sosial.
“Kalau dari sisi bantuan untuk korban bencana itu InsyaAllah aman. Itu bantuan tahap awal untuk meringankan beban para korban. Kalau bantuan tahap lanjutnya memang kita perlu melakukan assessment,” jelasnya.
Data sementara dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama camat setempat mencatat, 139 rumah rusak ringan, 150 rusak sedang, 100 rusak berat, dan 10 rusak sangat berat. Selain itu, 13 tempat ibadah, 8 sekolah, dan 2 fasilitas umum juga mengalami berbagai tingkat kerusakan.
“Masih belum selesai. Masih ada yang belum kita assessment karena ada sekitar 400-an rumah dengan 7 tim. Jadi memang memerlukan waktu yang tidak sebentar,” tambahnya.
Tingkat kerusakan dan nilai kerugian, lanjut Laily, akan ditentukan oleh Dinas PUTR bersama Dinas Perkimhub Sumenep. “Yang merilis memang BPBD, tapi untuk yang menilai persentase kerugian itu dari PUTR. Jadi kita terimanya itu dari PUTR,” jelasnya.
Sementara itu, pengiriman bantuan tambahan juga dijadwalkan pada Rabu mendatang melalui jalur laut untuk menjangkau titik-titik yang belum terlayani. BPBD Sumenep terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Sosial dan BPBD Jawa Timur agar penanganan pascabencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, pemerintah masih mematangkan skema bantuan lanjutan, apakah berupa uang tunai atau pembangunan rumah secara gotong royong dengan dukungan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan BAZNAS.
“Paling tidak bantuan sudah masuk dulu. Untuk rehab, sedang kita rapatkan apakah nanti berbentuk uang atau dibangunkan secara gotong royong,” ujarnya.
Fauzi menambahkan, fokus utama Pemkab saat ini adalah memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi sambil menyiapkan program pemulihan jangka menengah.
“Kami ingin tidak ada satu pun masyarakat yang terabaikan. Semua harus mendapatkan perhatian yang sama,” tegasnya.








Komentar