PERIHAL.ID – BMKG (Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika) tidak bisa memprediksi secara pasti kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi. Berikut penjelasannya:
- Tentang prediksi gempa utama
Hingga saat ini, belum ada teknologi di dunia yang bisa memprediksi gempa secara akurat (jam, tanggal, lokasi).
Gempa bumi terjadi karena pelepasan energi di dalam lempeng bumi yang prosesnya sangat kompleks dan sulit dipantau secara langsung.
- Tentang gempa susulan (aftershock)
BMKG tidak bisa memprediksi tepat kapan gempa susulan terjadi, berapa kekuatannya, dan di titik mana.
Yang bisa diperkirakan oleh BMKG yaitu,
- Gempa susulan umumnya memiliki magnitudo lebih kecil daripada gempa utama.
- Gempa susulan bisa terjadi dalam hitungan jam, hari, bahkan minggu setelah gempa besar.
- Intensitas dan jumlahnya berbeda-beda di setiap wilayah.
Lalu apa yang BMKG bisa lakukan?
- Mendeteksi cepat gempa yang sudah terjadi melalui jaringan sensor seismik, lalu menyebarkan informasi resminya (magnitudo, lokasi, kedalaman, potensi tsunami).
- Memantau pola gempa pasca gempa besar, sehingga masyarakat diberi peringatan untuk tetap waspada akan gempa susulan.
- Memberikan edukasi mitigasi agar masyarakat tahu langkah penyelamatan yang tepat.
Jadi, BMKG tidak bisa memprediksi gempa atau susulan secara pasti, tapi bisa memantau dan memberikan informasi cepat setelah gempa terjadi serta peringatan dini tsunami bila diperlukan.
Secara ilmiah, tidak ada cara untuk memastikan apakah gempa susulan (aftershock) akan terjadi atau tidak. Tapi ada beberapa hal yang bisa membantu kita memahami situasinya.
Gempa susulan dapat terdeteksi melalui sensor seismik BMKG. Indonesia punya ribuan sensor seismograf yang terus memantau getaran bumi. Kalau ada gempa susulan, meski kecil, BMKG akan mencatat dan merilis datanya.
Informasi ini biasanya muncul di website BMKG, aplikasi Info BMKG, atau media resmi.
Secara statistik, gempa susulan hampir selalu terjadi setelah gempa utama yang cukup besar. Biasanya magnitudonya lebih kecil daripada gempa utama.
Jumlah dan durasinya berbeda-beda: bisa hanya sekali, bisa juga puluhan kali dalam beberapa hari/minggu.
Jadi untuk menepis keraguan tentang adanya gempa susulan pasca gempa utama, sebaiknya cek website resmi BMKG atau sosial medianya.(*)








Komentar