PERIHAL.ID, SUMENEP – Tes urine mendadak terhadap 26 Kapolsek jajaran bukan sekadar agenda rutin, melainkan pesan kuat tentang standar integritas yang harus dimulai dari level pimpinan. Di tengah sorotan publik terhadap komitmen pemberantasan narkoba, pengawasan internal menjadi fondasi menjaga kredibilitas institusi.
Langkah yang digelar di Aula Tungga Mapolres Sumenep, Senin (2/3/2026), dipimpin langsung Kapolres Sumenep, Anang Hardiyanto. Pemeriksaan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya sebagai bentuk kontrol melekat dan pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran.
Tes berlangsung transparan di bawah pengawasan Seksi Propam dan Seksi Dokkes guna memastikan prosedur sesuai standar operasional. Seluruh Kapolsek yang diperiksa dinyatakan negatif narkoba.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto menegaskan bahwa sebagai aparat penegak hukum, anggota Polri harus menjadi teladan di tengah masyarakat. Karena itu, pengawasan berkala seperti tes urine akan terus dilaksanakan sebagai bentuk komitmen menjaga marwah dan profesionalisme institusi.
Secara strategis, pengujian terhadap para Kapolsek memiliki makna simbolik dan struktural. Sebagai pimpinan di tingkat kecamatan, Kapolsek memegang kendali operasional dan menjadi wajah Polri di tengah masyarakat. Integritas mereka berbanding lurus dengan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Kebijakan zero tolerance terhadap narkotika di tubuh Polri pun ditegaskan bukan sekadar slogan, tetapi diimplementasikan melalui pengawasan nyata dan terukur. Pencegahan di level pimpinan diharapkan memperkuat budaya disiplin hingga ke jajaran paling bawah.
Dengan langkah ini, Polres Sumenep berupaya memastikan bahwa perang terhadap narkoba dimulai dari internal, sekaligus mempertegas posisi institusi sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(*)








Komentar