PERIHAL.ID, SUMENEP – Ikatan Santri Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Rayon Sapudi memberikan apresiasi terhadap program fasilitasi transportasi laut gratis bagi santri pasca Lebaran 2026 yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
IKSASS menilai kebijakan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan santri kepulauan yang selama ini menghadapi kendala transportasi laut untuk kembali ke pondok pesantren.
Koordinator Pengurus Rayon IKSASS Sapudi, Putra Mahrus Ali, menyampaikan bahwa program balik gratis sangat membantu para santri, khususnya dari wilayah Sapudi, agar dapat kembali ke pondok tanpa terbebani biaya transportasi.
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya meringankan beban wali santri, tetapi juga memberikan kepastian keberangkatan sehingga para santri bisa kembali tepat waktu untuk melanjutkan kegiatan belajar di pondok pesantren.
“Kami pengurus Rayon IKSASS mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Sumenep dan Wakil Bupati atas subsidi kapal gratis transportasi laut untuk melaksanakan balik jemaah kepada Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).
IKSASS melihat program ini sebagai solusi konkret atas persoalan transportasi laut yang selama ini menjadi tantangan bagi santri kepulauan. Keterbatasan armada dan tingginya biaya perjalanan seringkali menjadi hambatan bagi santri untuk kembali ke pondok tepat waktu setelah libur Lebaran.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan kuota besar dalam program balik gratis tahun ini. Dari sisa anggaran sekitar Rp300 juta, program tersebut diperkirakan mampu mengakomodasi sekitar 4.000 santri untuk kembali ke pondok pesantren.
Kuota tersebut diprioritaskan bagi santri asal kepulauan dengan rute strategis, termasuk jalur Sapudi menuju Pelabuhan Kalianget sebagai pintu utama menuju daratan.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa program balik gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan pesantren dan memberikan akses transportasi yang adil bagi masyarakat kepulauan.
“Program ini adalah bentuk kepedulian kami kepada para santri, khususnya yang berasal dari kepulauan, agar mereka bisa kembali ke pondok dengan aman dan tanpa terbebani biaya. Kami akan terus berupaya menghadirkan layanan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat,” tutupnya.(*)







Komentar