Sasar Pedagang dan UMKM, BPRS Bhakti Sumekar Gencarkan Sosialisasi Produk

PERIHAL.ID, SUMENEP – PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) terus memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui strategi jemput bola. Lewat pendekatan ini, para karyawan turun langsung ke lapangan untuk memperkenalkan berbagai produk perbankan syariah kepada masyarakat, termasuk pedagang di pasar tradisional dan pelaku usaha mikro.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap bank daerah milik Kabupaten Sumenep tersebut.

Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan strategi sosialisasi secara langsung dinilai lebih efektif karena membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi karyawan yang semangat melakukan sosialisasi. Bagi yang mencapai target, selalu kami berikan bonus sebagai reward,” ujar Hairil.

Menurutnya, kegiatan sosialisasi tidak hanya difokuskan di wilayah daratan Kabupaten Sumenep, tetapi juga menjangkau daerah kepulauan hingga jaringan kantor cabang di luar daerah.

Saat ini, BPRS Bhakti Sumekar memiliki lima kantor cabang di Kabupaten Pamekasan yang tersebar di pusat kota serta Kecamatan Larangan, Tlanakan, Waru, dan Pasean.

Meski terus memperluas penetrasi pasar, manajemen menegaskan fokus utama saat ini tetap pada peningkatan kualitas pelayanan di seluruh kantor cabang yang telah beroperasi.

“Sementara ini, kami fokus meningkatkan pelayanan di kantor cabang yang sudah ada,” uangkapnya, Selasa (09/06/2026).

Di tingkat cabang, strategi jemput bola mulai menunjukkan hasil positif. Kepala Cabang BPRS Bhakti Sumekar Arjasa, Rahmat Hidayat, mengungkapkan sejak awal 2026 pihaknya rutin melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat dengan membagikan brosur dan mengenalkan berbagai produk pembiayaan.

Salah satu produk yang banyak diperkenalkan adalah Pembiayaan UKM Syariah yang menyasar pelaku usaha mikro dan kecil.

“Hasil sosialisasi ini beberapa UMKM di Arjasa mengajukan pinjaman kepada BPRS,” katanya.

Meski demikian, Rahmat menegaskan setiap pengajuan pembiayaan tetap harus melalui proses verifikasi dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku guna menjaga kualitas pembiayaan dan kesehatan perbankan.

Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, BPRS Bhakti Sumekar berharap semakin banyak pelaku usaha yang memanfaatkan layanan keuangan syariah untuk mengembangkan usaha mereka, sekaligus memperkuat peran bank daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.(*)

Komentar