PERIHAL.ID, SUMENEP – Sebanyak 183 pelaku UMKM meramaikan Festival Bazar Takjil Ramadan 2026 yang digelar di depan Labang Mesem Keraton Sumenep. Ratusan pedagang tersebut memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan penghasilan sekaligus memperkenalkan produk kuliner mereka kepada masyarakat.
Festival yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Radar Madura Jawa Pos Biro Sumenep ini menjadi salah satu pusat keramaian baru warga menjelang waktu berbuka puasa. Berbagai menu tersedia, mulai dari jajanan tradisional, minuman segar, hingga kuliner kekinian.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin Ramadan, tetapi memiliki tujuan besar untuk membantu pelaku usaha kecil.
“Kami menyelenggarakan festival bazar takjil bukan sekadar agenda tahunan bernuansa religi, melainkan wadah pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pedagang kuliner lokal yang menggantungkan sebagian pendapatannya pada momentum Ramadan,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di sela-sela pembukaan, di depan Labang Mesem Keraton, Jumat (20/02/2026).
Menurutnya, Ramadan harus menjadi kesempatan untuk memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekonomi yang produktif.
“Festival bazar takjil bukti bahwa pemerintah hadir untuk mendorong ekonomi kerakyatan, karena pemerintah daerah ingin UMKM terus tumbuh, naik kelas, dan memiliki daya saing,” terangnya.
Ia juga mengingatkan para pedagang agar menjaga kepercayaan pembeli dengan memperhatikan kualitas dan pelayanan.
“Pedagang menu berbuka puasa jangan sampai ada praktik yang merugikan konsumen, dengan menjaga kualitas, kebersihan, dan mengutamakan pelayanan yang baik, termasuk harga tetap wajar yang tidak memberatkan pembeli,” tuturnya.
Festival ini diikuti 143 pedagang yang menempati stand resmi dan 40 UMKM lainnya tanpa stand, menjadikannya salah satu bazar takjil terbesar di Sumenep tahun ini.
Selain berdampak pada ekonomi, kegiatan ini juga menjadi ruang kebersamaan masyarakat selama Ramadan.
“Festival ini sebagai sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan semangat berbagi, serta memperkuat komitmen dalam membangun daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.








Komentar