PERIHAL.ID, SURABAYA – Lebih dari dua dekade warga Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mengandalkan pasokan listrik 200 kVA dari fasilitas operasional Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI).
Kini, kapasitas tersebut akan diperkuat. Dua unit pembangkit diesel masing-masing berkapasitas 300 kVA disiapkan sehingga total daya mencapai 600 kVA. Dengan tambahan itu, sekitar 2.000 kepala keluarga (KK) di Pagerungan Besar diproyeksikan dapat menikmati pasokan listrik hingga 24 jam.
Penguatan kelistrikan tersebut menjadi bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) atau CSR KEI. Pengelolaan dua unit Satuan Pembangkit Diesel (SPD) atau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas total 600 kVA itu diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk selanjutnya dikelola PT PLN (Persero).
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dilakukan di Surabaya pada Senin (24/8/2026) lalu.
Kepala Desa Pagerungan Besar, Yulandi Abd Rochim, mengatakan pasokan listrik dari fasilitas KEI selama ini telah membantu memenuhi kebutuhan penerangan masyarakat. Namun, seiring bertambahnya penduduk dan aktivitas warga, kapasitas yang tersedia tidak lagi mencukupi.
Dengan tambahan dua mesin diesel tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi keterbatasan daya seperti sebelumnya.
Peningkatan pasokan listrik ini juga diharapkan memberi dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah usaha pengolahan hasil laut, seperti teripang dan perikanan, membutuhkan ketersediaan listrik yang lebih stabil. Begitu pula kebutuhan listrik untuk aktivitas belajar anak-anak di wilayah kepulauan.
Vice President Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI), Iman Santoso, mengatakan masyarakat Pagerungan Besar telah mengandalkan pasokan listrik dari KEI sebesar 200 kVA sejak awal 2000-an.
“Sejak awal tahun 2000-an atau selama lebih dari dua dekade, masyarakat di Pulau Pagerungan Besar sudah mengandalkan pasokan listrik dari KEI sebesar 200 kVA yang dialirkan dari fasilitas pabrik pengolahan (plant) operasional migas milik KEI,” ujar Iman, Rabu (2/9/2026)
Menurutnya, kapasitas tersebut tidak lagi mencukupi seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan aktivitas masyarakat. Dengan pengoperasian dua mesin diesel baru berkapasitas masing-masing 300 kVA, kapasitas daya yang tersedia diproyeksikan meningkat sekitar 2,5 kali lipat dibanding sebelumnya.
Sebelum penguatan pembangkit, pemerintah juga telah memfasilitasi pemasangan kWh meter bagi lebih dari 1.600 rumah tangga melalui program Kementerian ESDM. Lebih dari 200 KK lainnya telah selesai disurvei dan dijadwalkan mendapat pemasangan kWh meter susulan.
Kapasitas sambungan rumah tangga rata-rata ditetapkan 900 VA dengan skema tarif subsidi PLN.
Koordinator Perencanaan Listrik Pedesaan Ditjen Gatrik Kementerian ESDM, Muhadi, menyebut penguatan kelistrikan di wilayah kepulauan menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah mengejar rasio elektrifikasi 100 persen.
Ia menyebut capaian rasio elektrifikasi PLN di Jawa Timur hingga triwulan II 2026 telah mencapai 99,571 persen. Tantangan yang masih tersisa antara lain berada di wilayah kepulauan Sumenep.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo juga mengapresiasi dukungan KEI terhadap pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat Pagerungan Besar. Menurutnya, dukungan tersebut tetap berjalan meskipun produksi gas di Lapangan Pagerungan Besar mengalami penurunan alami dan kini berada di kisaran 4 MMSCFD.
Kepala SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Anggono Mahendrawan, mengatakan ketersediaan listrik tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan penerangan, tetapi juga dapat menjadi penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pasokan listrik 24 jam ini merupakan dukungan langsung kami agar aktivitas harian warga berjalan lancar. Secara tidak langsung, ketersediaan daya ini diharapkan dapat menjadi stimulus awal untuk membuka peluang usaha lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara bertahap,” tegas Anggono.
Penguatan kelistrikan juga disiapkan untuk Pulau Pagerungan Kecil. KEI saat ini dalam proses pengadaan dua unit mesin diesel berkapasitas masing-masing 350 kVA atau total 700 kVA.
Rencana tersebut nantinya akan disinergikan dengan hibah PLTS berkapasitas 1 MW dari program Danantara, Pemerintah Kabupaten Sumenep dan PLN untuk membentuk sistem energi hibrida di wilayah kepulauan tersebut.
Dengan tambahan pembangkit di Pagerungan Besar dan rencana penguatan sistem energi di Pagerungan Kecil, penyediaan listrik di kawasan kepulauan Sumenep diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.(*)








Komentar