PERIHAL.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menutup tahun anggaran 2025 dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp382,71 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp322,859 miliar atau terealisasi 118,56 persen.
Data tersebut disampaikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumenep, yang mencatat hampir seluruh komponen penerimaan daerah menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Kepala Bapenda Sumenep Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan, capaian tersebut tidak hanya menunjukkan kinerja penerimaan yang baik, tetapi juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan target PAD yang lebih realistis dan progresif pada tahun 2026.
“Dari target Rp322 miliar, realisasinya Rp382 miliar. Artinya capaian kita sudah melampaui 118,56 persen,” ujar Dian saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (04/03/2026).
Meski melampaui target, ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin berpuas diri. Justru capaian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meninjau kembali penetapan target ke depan.
“Kalau capaian sudah melampaui berarti bisa jadi targetnya yang terlalu rendah. Maka di 2026 kami menginginkan adanya review ulang terhadap target,” tegasnya.
Secara rinci, realisasi pajak daerah mencapai Rp106,751 miliar atau 117,13 persen dari target sekitar Rp91,136 miliar. Sementara retribusi daerah mencatatkan Rp247,779 miliar atau 119,36 persen dari target Rp207,597 miliar.
Adapun hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi Rp14,229 miliar atau 101,12 persen dari target Rp14,071 miliar. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah mencapai Rp14,031 miliar atau sekitar 130 persen dari target Rp10,054 miliar.
Dari sisi sektor, pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi sekitar Rp33 miliar, yang berasal dari pajak makan minum, tenaga listrik, perhotelan, hingga jasa parkir.
Selain itu, opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menyumbang sekitar Rp31,9 miliar, sementara opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp22 miliar. Jika digabung, keduanya memberikan kontribusi hampir Rp54 miliar terhadap PAD.
Sementara itu, PBB-P2 terealisasi Rp7,241 miliar dari target Rp8 miliar, sedangkan BPHTB mencapai Rp11,47 miliar dari target Rp11,65 miliar.
Ferdiansyah menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari tren peningkatan penerimaan daerah dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan perhitungan internal Bapenda, grafik PAD Kabupaten Sumenep menunjukkan kenaikan konsisten sejak tahun 2022.
Dengan tren tersebut, pemerintah daerah menilai masih terdapat ruang fiskal yang bisa dioptimalkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Kami melihat algoritma dari 2022 sampai 2025 itu naik terus. Jadi kami yakin target 2026 bisa lebih optimal lagi,” tutupnya.(*)








Komentar