PERIHAL.ID, SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan apresiasi kepada SKK Migas-Kangean Energy Indonesia (KEI) atas konsistensinya menjalankan program pemberdayaan masyarakat di wilayah operasi produksi, khususnya dalam peningkatan kompetensi guru non-ASN/honorer dan pencegahan stunting.
Apresiasi tersebut ditandai dengan penyerahan penghargaan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo kepada SKK Migas-KEI di Surabaya pada Senin (24/8/2026) lalu.
Dua program tersebut menjadi perhatian karena dijalankan dalam waktu cukup panjang. Program peningkatan kompetensi guru non-ASN/honorer telah berjalan selama tiga tahun, sedangkan program pencegahan dan penurunan stunting telah berlangsung selama lima tahun.
Di bidang pendidikan, program tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas guru. Para peserta juga didorong menghasilkan karya, mulai dari modul pembelajaran hingga buku fiksi tentang guru.
Karya tersebut menjadi bagian dari pengembangan kreativitas dan literasi para pendidik sekaligus menjadi sarana untuk mendokumentasikan pengalaman serta nilai-nilai profesi guru.
Sementara pada bidang kesehatan, program penanganan stunting diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting sejak dini.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas konsistensi KEI dalam mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah operasinya.
“Penghargaan ini memiliki sejarah panjang, karena setiap tahunnya kami mengetahui peran KEI di wilayah operasi. Jadi kami mengapresiasi komitmen ini untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru serta ikut berperan dalam upaya pencegahan stunting di wilayah operasi,” ujar Fauzi, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan menjadi bagian dari kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Ia berharap komitmen tersebut terus dilanjutkan sehingga manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Semoga komitmen KEI ini tetap dijalankan tiap tahunnya, karena apapun keadaannya Pemkab dengan KEI selalu berkolaborasi,” tuturnya.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia berharap program pengembangan masyarakat KEI terus diperkuat dan melahirkan inovasi yang semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga program PPM KEI ini tetap berdiri tegak untuk memberikan dampak terhadap para guru non-ASN dan juga penanganan stunting. Dengan penghargaan ini, mari kita pertahankan dan dilakukan inovasi terbaik yang lebih bermanfaat,” katanya.
Sementara itu, Vice President KEI Iman Santoso menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Pemkab Sumenep. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berkolaborasi dalam pengembangan kompetensi guru, khususnya di wilayah kepulauan Sapeken, termasuk Pagerungan Besar dan sekitarnya.
“Kami sangat bersyukur, semoga penghargaan ini membuat program kami semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Iman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sumenep, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat yang selama ini ikut mendukung pelaksanaan berbagai program SKK Migas-KEI di wilayah operasi.
Melalui kolaborasi tersebut, program pengembangan masyarakat KEI diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor pendidikan dan kesehatan.(*)








Komentar